Relawan Jasmev Bekerja Suka Rela

Sejak Jasmev didirikan pada tanggal 12 Agustus 2012, banyak orang yang mempertanyakan dari mana dana operasionalnya sebab mindset masyarakat selama ini bahwa setiap kegiatan yang ada korelasinya dengan pemilihan umum pasti dibayar. Dan persepsi itu tidak sepenuhnya salah karena memang banyak gerakan-gerakan yang mengatasnamakan “relawan” tapi faktanya tidak 100% relawan. Mereka didanai oleh partai atau oknum-oknum yang berkepentingan atas kemenangan salah satu calon.

Adalah Jasmev yang mematahkan semua perepsi yang selama berkembang di kalangan masyarakat, jika umumnya semua tim pemenangan paslon (baik relawan maupun dari partai) ada yang mendanai namun berbeda halnya dengan Jasmev. Gerakan relawan yang mengambil spesialisasi di dunia maya ini justru malah kebalikannya, jasmev mendanai dirinya sendiri dengan cara patungan antar relawan. Terkesan hiperbolis memang, tapi itu lah faktanya.

Bahkan, Kartika Djoemadi sebagai Koordinator Jasmev membantah jika para relawan JASMEV dibayar untuk mengampanyekan Jokowi. Mereka secara mandiri mengumpulkan dana untuk kegiatan JASMEV.

“Ini wadah virtual. Enggak dibayar. Dana patungan dari para relawan.” Tegas Kartika sebagai mana dikutip dari laman Merdeka.com
“Kita tanya dananya gimana Pak? Pak Jokowi jawab dari kalian. Masak saya lagi,” tuturnya seraya menirukan ucapan Jokowi.

“Kita sendiri yang mengatur mulai dari pembuatan website, rekrut relawan sampai acara kopi darat,” Imbuh Kartika Djoemadi menjelaskan.

Sumber : merdeka.comwikipedia.org

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s