Relawan Jasmev Menyebarkan Informasi Bukan Tukang Komentar Berita

Jika diperhatikan dalam beberapa kanal berita online, dalam setiap postingan berita tentang pemerintah hususnya yang terkait dengan pemberitaan Jokow Widodo (Jokowi) selalu dibanjiri ribuan komentar di bawahnya. Tidak hanya komentar bernada positif, komentar yang bernada sumbing juga tidak kalah banyaknya.

Setiap berita yang berkorelasi dengan Jokowi seakan memilik magnet yang bisa menyedot perhatian para netizen. Porsi komentar positif dan negative relative imbang dan begitulah seterusnya dalam berita-berita yang dimuat di media online lainnya.

Kenyataan yang terjadi di dunia maya tersebut tak pelak mengundang banyak tanda tanya, siapa gerangan mereka yang dengan rajinnya selalu berkomentar (negative maupun positif) dalam setiap postingan berita online. Apakah mereka tidak punya kerjaan lain selain mengomentari setiap berita yang barkaitan dengan Pak. Jokowi?.

Pro dan kontra memang hal biasa apa lagi di alam demokrasi seperti Indonesia ini. Tapi kalau di lihat lebih jauh lagi para komenter itu bisa di klasifikasikan dalam dua kelompok besar. Pertama, kelompok yang selalu berkomentar negative (tidak peduli isi beritanya apa) sering diasosiasikan dengan eks pasangan capres 2014 no urut 1 kemaren. Mereka dengan rajin dan membabi buta berkomentar bahkan tidak segan-segan memfitnah dan menyebarkan berita bohong dan tidak jelas dari mana sumbernya. Lalu muncullah istilah “Para Barisan Sakit Hati”.

Dilain sisi, para komenter yang selalu berkomentar positif serta berdasarkan data dan fakta bisa asumsikan adalah mereka yang selama ini selalu mendukung pemerintah akan tetapi tidak segan-segan mengkritik jika kebijakan pemerintah tidak berpihak pada kepentingan rakyat.

Para komenter yang selalu memberikan komentar positif terhadap pemerintahan jokowi sering dianggap sebagai anggota Jasmev sebab salah satu elemen relawan pendukung Jokowi ini mengambil spesialisasi di dunia maya. Para relawan jasmev bergerak husus dikanal-kanal media sosial.

Namun, pada kenyataanya. Para relawan yang tergabung dalam wadah Jasmev bukanlah orang-orang yang selalu berkomentar dalam setiap berita tentang pemerintah. Anggota Jasmev secara husus bergerak membuat konten-konten positif tentang prestasi Pak. Jokowi. Relawan Jasmev bekerja membuat tulisan, serial tweet atau kultwit yang berisi dukungan terhadap Jokowi. “Justru kalau yang suka komen (komentar mendukung) di media online itu bukan anggota (JASMEV),” ucap Kartika Djoemadi selaku coordinator Jasmev pada Merdeka.com.

Kartika menjelaskan, rutinitas yang biasa dilakoni anggota JASMEV di media sosial berupa membuat tulisan atau blog. “Kalau anggota (JASMEV) itu biasanya bikin kultwit. Atau bikin tulisan buat yang punya blog dan diamplifikasi. Ada juga yang buat video tentang Pak Jokowi” tambah Kartika menjelaskan pada Merdeka.com.

 

Sumber : http://www.merdeka.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s