Mendes: Tahun Ini Dana Desa Rp 46,98 T Disalurkan Maret dan Agustus

JASMEV — Program dana desa dengan anggaran fantastis digelontorkan pemerintah untuk pembangunan di tingkat desa. Meski secara teknis masih ada sedikit masalah, namun Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Marwan Jafar menegaskan komitmen peningkatan dana desa.

“Tahun ini dana desa ditingkatkan jumlahnya menjadi Rp 46,98 triliun atau naik dua kali lipat lebih dari jumlah tahun sebelumnya Rp 20,7 triliun, yang akan disalurkan dalam dua tahap pada bulan Maret sebesar 60 persen dan bulan Agustus sebesar 40 persen,” ucap Menteri Desa PDTT Marwan Jafar dalam keterangan tertulis, Kamis (23/3/2016).

Dengan begitu, rata-rata setiap desa akan mengelola langsung dana tunai Rp 650 jutaan perdesa. Dengan besaran dana yang jauh lebih besar ini, diharapkan penggunaan dana desa juga makin memberikan manfaat nyata yang lebih besar dan kongkrit bagi kemajuan dan kesejahteraan desa.

“Sesuai arahan Presiden, penggunaan dana desa pada tahun 2016 ini masih diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur desa, yang harus dilaksanakan secara swakelola yang bersifat padat karya,” ujar Marwan.

Pengelolaan itu melibatkan warga desa untuk ikut bekerja, menggunakan bahan baku dari desa, uangnya berputar di desa, sehingga manfaat dan dampak ekonominya benar-benar dirasakan oleh warga desa.

Marwan menyebut, jika 60 persen saja dana desa bisa direalisasikan secara tepat untuk pembangunan infrastruktur desa, maka akan terbangun 24.500 KM jalan desa, 16.800 unit jembatan desa dan 4.900 KM irigasi desa.

“Maka dapat dibayangkan betapa hebat manfaat ekonomi dan sosialnya terhadap kemajuan dan kesejahteraan desa, sekaligus juga mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi nasional,” lanjut menteri asal PKB itu.

Marwan menambahkan, pengalaman tahun tahun 2015 lalu, program dana desa telah diakui kontribusinya dalam  dinamika pertumbuhan ekonomi nasional, dukungan nyata yang diberikan dana desa terhadap pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 0,5 persen.

“Peran positif ini akan terus kita tingkatkan sehingga dana desa manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh warga desa saja tetapi juga oleh masyarakat Indonesia secara keseluruhan” tegas Marwan.

Dengan dana desa yang digunakan untuk pekerjaan infrastruktur desa padat karya, mampu menyerap banyak warga desa untuk ikut bekerja. Mereka mendapat upah, bisa membeli kebutuhan pokok di warung-warung desa. Inilah yang menggerakkan roda perekonomian daerah dan nasional.

Dalam hal mengatasi masalah pengangguran, rata-rata jumlah penyerapan tenaga kerja langsung sebagai kontribusi dana desa di bidang pembangunan fisik sebanyak 31 orang per desa dan tenaga kerja bidang administrasi sebanyak 5 orang per desa.

“Jadi jumlah seluruh tenaga kerja langsung yang berhasil diserap dari penggunaan dana desa pada tahun 2015 di bidang pembangunan fisik mencapai jumlah 2.657.916 orang. Inilah solusi nyata program dana desa dalam mengatasi masalah pengangguran di negeri ini,” pungkasnya. (detik)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s