Jokowi Ingin Perbatasan Jadi Pusat Ekonomi Baru

PEMERINTAH terus menata wajah kawasan perbatasan sehingga layak dija­di­kan sebagai beranda depan negara untuk meningkatkan muruah bangsa di mata negara tetangga dan dunia internasional. Di situ pula pusat ekonomi baru diharapkan tumbuh.

“Nasionalisme harus kita tunjukkan. Ini jendela kita, ini halaman ru­mah kita supaya orang yang masuk langsung merasakan bahwa Indonesia ialah negara besar,” kata Presiden Joko Widodo seusai meninjau pemugaran Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, kemarin.

Presiden menegaskan pembenah­an perbatasan tak sekadar merenovasi ba­ngunan dan meningkatkan pelayanan di PLBN, tetapi sekaligus menata kawa­san. Penataan diharapkan memiliki daya ungkit sehingga kawasan strate­gis nasional itu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Kenapa infrastruktur dibangun dari pinggiran? Kenapa perbatasan (negara) diperbaiki? Itu karena kita ingin titik perekonomian tidak hanya terpusat di Jawa, Jawa-sentris, tetapi juga ada di Kalimantan, Nusa Tenggara Timur, dan Papua,” jelas Jokowi.

Pemugaran PLBN dan penataan perbatasan di Entikong dimulai tidak lama setelah Jokowi blusukan pada Januari 2015.
Presiden saat itu kecewa lantaran kawasan tersebut lebih dari 25 tahun tidak tersentuh pembangunan. Ia pun lantas menginstruksikan untuk pembenahan total.

Kini kondisi fisik kawasan itu terlihat banyak berubah jika dibandingkan dengan tahun lalu. Bangunan PLBN telah berdiri megah seluas 200 meter persegi. Jalan menuju kawasan itu juga dilebarkan, dari 5 menjadi 20 meter.

Penataan kawasan itu tinggal menyelesaikan pembangunan pasar modern untuk menampung pedagang kecil dan menengah dan ditargetkan rampung akhir tahun ini. Kawasan perbatasan di Entikong tidak menutup kemungkinan menjadi pusat logistik dan kawasan berikat di Kalbar.

“Dipastikan kondisinya jauh lebih besar, lebih bagus dari sebelumnya bahkan lebih baik daripada yang di sana (Malaysia),” tandas Presiden.

Pemerintah juga membangun jalan paralel yang menghubungkan setiap kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan. Biaya pembangunan Jalan Trans-Kalimantan sepanjang 7.619 km itu mencapai Rp15,1 triliun dan ditargetkan rampung pada 2018.

“Pengerasan jalan sudah selesai dan sekarang mulai pengaspalan,” kata Kepala Dinas PU Kalbar Jakius Sinyor. (mediaindonesia)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s