Kemnaker Targetkan Ciptakan 10.000 Wirausaha Tahun 2016

JASMEV — Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri menggelar pertemuan dengan Menteri Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Anak Agung Ngurah Puspayoga, Rabu (6/4). Dalam pertemuan tersebut mereka membahas kerja sama bantuan pelatihan kerajinan.  “ Kita berharap bantuan dari semua pihak untuk mendukung program Kementerian Ketenagakerjaan yang menargetkan penciptaan lapangan kerja melalui pengembangan kewirausahaan sebesar 10.000 orang di tahun 2016,” kata Hanif sebagaimana dalam siaran persnya, Kamis (7/4).

Hanif mengatakan, langkah pencitaan lapangan usaha atau pengembangan kewirausahaan itu sesuai dengan salah satu kebijakan Kemnaker untuk menumbuhkembangkan wirausaha. Hal ini sebagai upaya mendorong pertumbuhan perekonomian dan daya saing nasional dalam rangka perluasan kesempatan kerja dan pengentasan kemiskinan.

Menurut Hanif, kebijakan tersebut diarahkan kepada pembentukan wirausaha baru dan pengembangan wirausaha melalui peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusia pengelola wirausaha sehingga mampu menciptakan nilai tambah melalui proses yang kreatif, inovatif dengan prinsip-prinsip efisiensi, efektivitas dan kualitas.

“Wujud dari sinergitas pengembangan kewirausahaan adalah meningkatnya produktivitas dan kemandirian wiarausaha baru, serta tumbuh dan berkembangnya wirausaha atau usaha ekonomi produktif di kawasan pedesaan, sehingga terciptanya lapangan pekerjaan di pedesaan, “ kata Hanif.

Hanif menjelaskan, sesuai arahan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), penciptaan lapangan kerja dalam rangka menanggulangi permasalahan pengangguran dan kemiskinan merupakan salah satu prioritas kebijakan pemerintah, yaitu untuk mempercepat target penciptaan lapangan kerja. “Karenanya, Kementerian dan Lembaga menyusun menyusun rencana aksi penciptaan lapangan kerja dan peningkatan keterampilan angkatan kerja, “ katanya.

Hanif menambahkan, rencana aksi penciptaan lapangan kerja dan peningkatan keterampilan angkatan kerja tidak dimaksudkan untuk membuat program-program baru. Rencana aksi ini adalah untuk mengoptimalkan program dan kegiatan di kementerian dan lembaga dan menekankan program serta kebijakan di tingkat mikro untuk melengkapi strategi di tingkat makro.

Adapun prinsip-prinsip yang harus dibangun dalam pengembangan kewirausahaan, kata Hanif, adalah prinsip sinergitas program, sinkronisasi tahap pelaksanaan, sinergitas antar pelaku/pemangku kepentingan. “Sedangkan tahap pengembangan kewirausahaan melalui sinergitas program yakni tahap pertumbuhan, tahap penguatan dan tahap pengembangan, “ katanya.

Hanif menjelaskan, pemerintah juga melakukan kegiatan pendampingan yang merupakan wujud nyata dari pemerintah dalam menekan angka pengangguran dengan menggunakan pendekatan langsung kepada masyarakat

Nantinya, kegiatan pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah wirausaha nasional minimal sebanyak dua persen dari jumlah penduduk Tanah Air. Saat ini, jumlah wirausahawan di Indonesia baru sekitar 1,65 persen dari total jumlah penduduk.

“Ini bisa meningkatkan kelas menengah dan menyerap tenaga kerja sehingga mampu menekan angka pengangguran. Upaya penanggulangan pengangguran menjadi sangat penting untuk mencegah munculnya problem sosial baru dalam masyarakat,” ujar Hanif. (SP/beritasatu)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s