Presiden Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Masyarakat Baduy Pekan Depan

791457586690

JASMEV — Presiden Joko Widodo (Jokowi) direncanakan mengunjungi masyarakat tradisional suku Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten pekan depan.

“Kami sebagai kepala daerah tentu menyambut positif kedatangan Jokowi itu,” kata Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya di Lebak, Selasa (12/7).

Presiden Jokowi dua hari sebelum Lebaran 2016 mengunjungi Kabupaten Lebak dengan membagikan 3.000 paket bahan pokok untuk masyarakat kurang mampu.

Pembagian bahan pokok itu disebar di tiga titik antara lain Kampung Salahur, Kelurahan Cijoro Pasir, titik kedua Kampung Pasir Kongsen Kelurahan Muara Ciujung Rangkasbitung dan ketiga Kampung Ranca Garut Desa Sangiang Tanjung.

“Kami memberikan apresiasi kepedulian Jokowi yang telah membantu masyarakat Lebak,” katanya menjelaskan.

Menurut dia, kedatangan orang nomor satu di Tanah Air tersebut tentu memberikan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Lebak.

Kunjungan Presiden Jokowi ke kawasan masyarakat Baduy diharapkan membawa dampak positif untuk perubahan pembangunan.

Sebab, saat ini Kabupaten Lebak masih kategori daerah tertinggal, meskipun jarak tempuh ke Ibu Kota hanya 1,5 jam melalui angkutan Kereta Api itu.

“Kami berharap kunjungan Jokowi ke Lebak itu dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” katanya.

Ia mengajak masyarakat Kabupaten Lebak agar menjaga kebersihan, keindahan, kenyamanan dan ketertiban.

Ajakan tersebut agar kedatangan Presiden Jokowi sangat berkesan bahwa masyarakat Kabupaten Lebak mencintai kebersihan.

Apalagi, pemerintah daerah telah melaksanakan Jumat Bersih dalam upaya mendorong Kabupaten Lebak sebagai daerah asri, bersih, hijau dan tertib.

“Kami minta seluruh masyarakat agar membudayakan kebersihan itu,” katanya.

Dosen Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Wasilatul Falah Rangkasbitung, Kabupaten Lebak Encep Khaerudin, mengatakan kedatangan Presiden Jokowi ke kawasan Baduy tersebut diharapkan budaya Baduy terdaftar di Man And Biosphere (MAB) United Unitions, Educational, Seintific and Culture Organization (UNESCO).

Pendaftaran adat Baduy di UNESCO tersebut, guna melindungi warga minoritas agar tidak terancam menghilang.

Sebab, masyarakat Baduy hingga kini masih mempertahankan adat tersendiri dengan menolak modernisasi, seperti pembangunan jalan, penerangan listrik, membangun rumah gedung permanen, penggunaan elektronika dan lainnya.

Masyarakat Baduy, lebih mencintai terhadap lingkungan juga pelestarian hutan dan lahan.

Bahkan, mereka yang tinggal di pegunungan Kendeng itu, hingga kini komitmen melestarikan hutan.

“Kami berharap pemerintah mengusulkan adat Baduy terdaftar di UNESCO, karena bagian kekayaan budaya khasanah dunia,” katanya.

Ia menyebutkan, saat ini, Indonesia hanya memiliki 8 warisan situs dunia yang terdaftar pada UNESCO, dan 18 pada daftar sementara.

Sebetulnya, kata dia, Indonesia negara sangat kaya dengan memiliki kepulaun pertama di dunia dengan lebih 17.000 pulau, 1.034 etnis dan hutan tropis terbesar kedua di dunia setelah Brasil.

“Kami berharap Indonesia dapat menambah situs warisan dunia dengan adat Baduy itu masuk terdaftar di UNESCO,” katanya. (Antara/Beritasatu)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s