Informalisme (Lebaran) Presiden Jokowi

1468768863_kowi

JASMEV — KETIKA banyak pejabat meluapkan kegembiraan Lebaran dengan open house, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih berlebaran dengan semangat blusukan ke daerah-daerah.

Tradisi itu telah dimulai sejak Lebaran 2015. Saat itu beliau merayakannya di Aceh.

Jokowi secara tak langsung ingin menegaskan bahwa ia tidak mau melihat persoalan, termasuk dalam urusan Lebaran, hanya dengan kacamata Jakartasentris.

Jika menengok ke belakang, ternyata tradisi itu sudah dimulainya sejak ia menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Pada Lebaran 2013, mantan Wali Kota Surakarta itu memilih blusukan ke lima wilayah di Jakarta.

Salah satunya ke Kampung Tanah Koja, Kelurahan Jatinegara Kaum, Pulogadung, Jakarta Timur.

“Saya ke sini dalam rangka Lebaran serta meminta maaf lahir dan batin kepada warga di sini dan warga Jakarta lainnya,” ujar Jokowi saat itu.

Sebagai Gubernur DKI Jakarta, ia merasa banyak melakukan kesalahan dan kekurangan dalam membuat keputusan atau kebijakan sehingga merasa perlu meminta maaf kepada warganya.

“Karena yang banyak salah pemimpinnya, jadi ya saya yang datang minta maaf, bukan rakyatnya yang datang ke saya,” ucapnya.

Dalam Lebaran tahun ini, Jokowi kembali mengulangi tradisinya.

Ia memilih untuk mengunjungi warga Minang di empat lokasi di wilayah Sumatra Barat.

Itu merupakan tindakan seorang musafir meski sebagai pemimpin sebenarnya ia dapat dengan mudah menggelar open house.

Perlu dicatat, Sumatra Barat ialah provinsi tempat Prabowo secara persentase meraih kemenangan tertinggi, yakni 77% pada Pilpres 2014 lalu.

Sumatra Barat ialah daerah yang menjadi basis Muhammadiyah yang secara faktual berorientasi politik ke PAN atau PKS.

Gubernur Sumatra Barat saat ini pun dijabat Irwan Prayitno, politikus PKS.

Dulu, di era Orde Baru, saat hanya ada tiga partai, orientasi politik masyarakat di daerah tersebut ialah PPP.

Meski secara keseluruhan tetap dimenangi Golkar, di beberapa kecamatan tetap dimenangi PPP. Akibatnya, pembanguan infrastruktur jalan raya di kecamatan yang tidak dimenangi Golkar mejadi terbengkalai.

Apa yang melatarbelakangi Jokowi memilih Aceh dan kini Sumatra Barat sebagai tempat untuk berlebaran?

Secara formal, jawabannya tentu karena Jokowi bukan saja milik Jakarta atau Jawa, melainkan juga milik Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tentu ada sejumlah alasan di balik keputusan tersebut, tidak terkecuali pertimbangan dan kepentingan politik di baliknya.

Meski kalah dalam pemilihan umum presiden di Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatra Barat, Jokowi tetap memperlihatkan antusiasmenya untuk membenahi pembangunan di kedua provinsi itu.

Kunjungan itu juga memiliki makna simbolis bahwa sebagai presiden, Jokowi berupaya tetap menjaga kepentingan seluruh bangsa Indonesia dari Aceh hingga Papua.

Dalam konteks itu pula, dalam dua kali perayaan Natal pada 2014 dan 2015 lalu, Jokowi memilih untuk mengikuti perayaan Natal bersama di Jayapura, Papua, dan Kupang, NTT.

Gaya blusukan Lebaran ala Jokowi tentu berbeda dengan presiden-presiden sebelumnya yang lebih memilih melanggengkan budaya open house.

Dalam kaitan itu, pengamat komunikasi politik UI Effendi Gazali menilai blusukan Lebaran merupakan strategi kampanye capres yang paling efektif.

Apalagi, blusukan Lebaran Jokowi terkesan apa adanya.

“Jokowi memang aslinya tidak normatif, komunikasi informal, blusukan,” kata Effendi.

Hal yang dilakukan Jokowi itu tentu saja berbeda dengan pendahulunya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang terbiasa dengan gaya serbaformal.

Jokowi sepertinya akan terus menjadi musafir di setiap momentum penting hari raya, tidak hanya Idul Fitri tetapi juga Idul Adha, Natal, Imlek, Nyepi, dan Tahun Baru.

Hampir dalam setiap perayaan hari besar keagamanan, Jokowi selalu meminta seluruh warga untuk bahu-membahu membangun Indonesia.

Dalam bahasa Minang, imbauan semacam itu dirumuskan dengan istilah ‘Basamo mangko bajadi’ (bersama-sama maka akan menghasilkan sesuatu). (MediaIndonesia)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s