Haters Catut Nama Ahli Indonesia, Tuding Ahok Sakit Jiwa

Fitnah dari haters tampaknya tak habis-habis dilancarkan. Setelah gagal dengan isu korupsi, kini mereka membuat fitnah baru dengan dicatutlah pendapat salah satu ahli Indonesia yang begitu dihormati di luar negeri, Taruna Ikrar.

Sebelum masuk apa isi fitnah haters yang mencatut nama Taruna Ikrar, lebih baik kita cari tahu dulu siapa Taruna Ikrar sebenarnya, menurut Wikipedia, dr. Taruna Ikrar, M.Pharm., MD., Ph.D. (lahir di Makassar, 15 April 1969; umur 47 tahun), adalah dokter dan seorang ilmuwan berkebangsaan Indonesia dalam bidang farmasi, jantung, dan syaraf.

Sekarang ia menjabat sebagai spesialis pembantu (assistant specialist) di laboratorium Xu (yang dikepalai Dr. Xu) di departemen anatomi dan neurobiologi di Universitas California di Irvine. Taruna Ikrar adalah salah satu dari beberapa penulis yang mempopulerkan sistem AlstR (allatostatin receptor) lewat sebuah artikel yang dipublikasikan di jurnal Frontiers of Neural Circuit edisi 20, Januari 2012. Sistem AlstR ini memiliki potensi untuk mengontrol kejang2 pada penyakit epilepsi dan merupakan bagian dari teknik gene therapy, sebuah terapi yang sudah ditemukan beberapa tahun oleh ilmuwan lain sebelum tulisan Taruna Ikrar dan kawan-kawan tersebut dipublikasikan.

Itulah sedikit mengenai profil atau latar belakang Taruna Ikrar, lantas berita yang bagaimana sih yang mencatut nama Taruna Ikrar ?. Salah satu media haters, Portal Piyungan dengan seenaknya menyebarkan berita yang tanpa diketahui dahulu kebenarannya bahwa Taruna Ikrar membuat analisa bahwa Ahok dan pendukungnya sakit jiwa. Berikut cuplikan analisanya:

INDONESIA sedang dilanda politik kemasan, lewat pemberitaan media – peneliti dan segelintir pengamat politik, yang kehilangan independensi, kecerdasan dan akal sehat. Salah satu dari begitu banyak indikasinya, tampak pada proses pengemasan citra Basuki Tjahja Purnama (Ahok).

Mencermati sikap dan retorika Ahok selama memimpin Jakarta, dari sudut pandang imagineering(rekacita), setidaknya kita dapati tujuh (7) faktor negatif yang melekat pada dirinya sebagai negative energizer untuk merusak masyarakat.

Yakni: kesengajaan merendahkan orang lain (terutama lawan politik), resistensi terhadap kritik yang dianggap merusak citra, mendorong opini (secara penetratif hipodermis) untuk menafikan nalar khalayak, memaksakan kehendak dan impian dengan beragam cara, mendiskreditkan anak buah dan rakyat,deframe kemampuan kompetitor untuk menunjukkan diri sebagai superhero, dan tidak konsisten (ingkar pendapat) yang pernah dikemukakannya.

Ketujuh faktor itu digunakan Ahok dan para pendukungnya, karena Ahok mengalami persoalan dengan otaknya. Prof. Taruna Ikrar, guru besar Neurobiologi – Universitas California – Amerika Serikat, calon penerima nobel, setelah mengamati perilaku dan retorika Ahok selama menjabat Gubernur Jakarta, menyatakan, dari sudut pandang neurosains, Ahok termasuk pemimpin di Indonesia yang perlu diobservasi otaknya.

Tiga metode khas yang tepat digunakan untuk hal itu: Performance emotions – performa emosinya yang mengindikasikan ketidakstabilan kimia otak di dalam tubuhnya; Unstable less empathy – ketiadaan empati terhadap persoalan sosial yang potensial menjadikannya seorang yang tidak mampu berlaku adil dalam makna sesungguhnya, akibat hambatan sublimic otak; dan, Wild decision – proses pengambikan keputusan yang tidak menyertai pertimbangan-pertimbangan matang, terutama fungsi insaniahnya.

Dari ketiga hal tersebut, Ahok termasuk seseorang yang ketika memperoleh otoritas besar akan sangat berbahaya, karena secara sadar bisa melakukan sesuatu yang tak lazim untuk kepentingan menunjukkan dirinya serba positif dan orang lain serba negatif. Termasuk mengekspresikan emosi dengan kata-kata kotor.  Ada yang salah dalam sistem interaksi logical kognitif dan emosinya. Hal ini menunjukkan, Ahok mengalami disorder personality.

…dst …

Dari tulisan tersebut, ternyata setelah ditelusuri salah satu sumbernya adalah situs akarpadinews.com. Melihat pernyataan hal seperti itu, tentunya menimbulkan reaksi luar biasa di sosial media khususnya Twitter. Beberapa orang mencoba bertanya langsung dengan Taruna Ikrar yang bisa dihubungi di akun twitter @TarunaIkrar. Kemudian sang dokter menjawab dengan tegas bahwasanya  ia tidak pernah membuat artikel analisa yang dimaksud.

image

Melihat tweet balasan dari Taruna Ikrar tersebut bisa disimpulkan bahwa sang dokter difitnah oleh orang-orang yang hatinya sudah tertutup kebencian, tindakan memfitnah saja sudah keji, apalagi mencatut nama ahli untuk membuat kebenaran atas fitnah. Bukan hanya Ahok saja yang mereka fitnah, namun juga Taruna Ikrar yang memang seorang muslim, sungguh terlalu.

Taruna Ikrar merupakan orang yang rajin memberikan sharing kehidupan muslim di Amerika Serikat dan ikut menyumbangkan opininya mengenai islam di timeline sosial media.

image

image

Menurut situs Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Taruna Ikrar adalah salah satu tokoh kebanggaan ICMI. Sebagai seorang muslim asal Indonesia, ia ikut mengharumkan nama Indonesia di mata dunia internasional.

image

Kita bisa lihat bagaimana gerombolan fitnahers, mereka sudah tidak peduli lagi jika fitnah dan nurani sudah dikuasi oleh kkebencian, maka mereka abaikan peringatan Allah bahwa orang yang sibuk memfitnah sesama saudara, ibarat memakan bangkai saudaranya sendiri.

Dari sesuatu yang tak pernah ditulis oleh Taruna Ikrar mereka tuduhkan kepadanya. Dalam dunia akademik, tentu saja akan mencemarkan nama baik beliau karena samasaja tindakan menyebarkan kebencian yang tidak didasari bukti akademis dan tidak melalui penelitian.

image

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (Al Hujurat – 12)

Semoga Allah SWT mengampuni kezaliman terhadap mereka yang terus menebar fitnah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s